terukir dalam kelabu
hanya sekejap
meski begitu lambat dan terurai panjang
aku tetap berjalan
dedaunan jatuh tidak berarti gugur
gunung meletus bukan berarti hancur
masih ada sisa tetes embun yang sudi menyentuhnya
dalam kerlap malam ia juga masih disinari rembulan
ke laut engkau kan bertemu bintang
ke sahara engkau akan bertatap senja
ke hati engkau kan bertemu dia
kini tabir itu terasa indah
terbuka dan menawarkan setitik rasa beda
yang kemudian kujelmakan menjadi cinta
dalam jubah ketulusan
diiringi ribuan malaikat kasih sayang
datang dari surga
kemudian rasa apalagi yang harus tertutupi
selain cinta dan kelembutan dari dalam hati
untuk seseorang yang begitu indah
begitu mempesona
begitupun ketika lambaiannya datang dengan senyum
aku cukup terlarut dalam mimpi yang
paling indah bagiku
Friday, March 09, 2007
Masa Lalu; dan rasa itu
Diposting oleh:
M. Arif Ramadhan
di
3:47 AM
0
komentar
Kategori: Puisi
Subscribe to:
Posts (Atom)